Cyborg: beberapa definisi, deskripsi, dan contoh
November 18, 2011 Tinggalkan komentar
Oleh George P. Landow, Professor of English and Art History, Brown University
Cyborg versi Haraway
Cyborg adalah mekanisme sibernetik, hibrida antara mesin dan organisme, makhluk realitas sosial serta makhluk fiksi. Realitas sosial yang hidup dalam hubungan sosial, konstruksi politis yang sangat penting bagi kita, sebuah fiksi mengubah dunia. Gerakan perempuan internasional telah membentuk “pengalaman perempuan”, sebagaimana terkuak dan ditemukannya objek kolektif yang penting. Pengalaman ini adalah sebuah fiksi dan fakta dari politik yang paling penting. [Simians, Cyborgs, and Women: The Reinvention of Nature. Routledge, 1991, 149]
Cyborg adalah organisme sibernetik, perpaduan antara organik dan teknis yang ditempa dalam kekhususan, menyejarah, praktek-praktek kultural. Cyborg bukanlah tentang mesin dan manusia, seperti sesuatu dan keberadaan subjek universal. Sebaliknya, cyborg adalah tentang sejarah mesin tertentu dan orang-orang dalam interaksi yang sering menjadi perlawanan menyakitkan bagi para ahli ilmu teknologi (technoscience). [Modest_Witness@Second_Millennium. FemaleMan©_Meets_OncoMouseª: Feminism and Technoscience. New York and London: Routledge, 1997. 51]
Apakah cyborg ada di sini?
1. Cyborg sebenarnya memang ada, sekitar 10% dari penduduk AS saat ini diperkirakan cyborg dalam pengertian teknis, termasuk orang-orang dengan alat pacu jantung elektronik, sendi buatan, sistem implan obat, lensa kornea ditanamkan, dan kulit buatan. Sebuah persentase yang lebih tinggi berpartisipasi dalam pekerjaan yang membuat mereka menjadi cyborg metaforis, termasuk keyboarder komputer tergabung dalam sebuah sirkuit cybernetic dengan layar, ahli bedah saraf dipandu oleh mikroskop serat optik selama operasi, dan gameplayer remaja di arcarde videogame lokal. “Terminal identitas” Scott Bukatman telah menamai kondisi ini, menyebutnya sebagai “artikulasi ganda yang salah” dimana sinyal akhir dari konsep tradisional identitas bahkan mengarah ke putaran sibernetik yang menghasilkan jenis baru subjektivitas. [Katherine Hayles, “The Life of Cyborgs: Writing the Posthuman.”Cyborg Handbook, 322]
2. Ini penggabungan dari berkembang dan dikembangkan, pengintegrasian konstruktor dan bangunan, sistem ini untuk sirkuit daging dan mayat, dan kehidupan, dan sel-sel artificial. Disebut dengan beberapa istilah: sistem bionic (bionic system), mesin-mesin vital (vital machines), cyborg. Mereka adalah tokoh-tokoh keterlambatan dari Twentieth Century….. Tapi kisah cyborg bukanlah sekedar kisah yang dibicarakan pada layar kaca. Siapapun dengan organ buatan atau peralatan tambahan (seperti alat pacu jantung), dan siapapun yang memprogram melawan penyakit (imunisasi) atau dibius untuk berpikir / bersikap / merasa lebih baik (Psychopharmacology) secara teknis adalah cyborg. Kisaran hubungan intim manusia-mesin, menjadi area pemikiran. Ini bukan sekedar tentang Robocop, ini adalah tentang nenek kita dengan alat pacu jantung. [Chris Hables Gray, Steven Mentor, and Jennifer Figueroa-Sarriera, “Cyborgology: Constructing the Knowledge of Cybernetic Organisms.”Cyborg Handbook, 322]